Umurmu yang hakiki adalah waktu-waktumu yang terisi dengan kebahagiaan, keceriaan, kelegaan, ketentraman, dan ketulusan hati untuk menerima apa yang terjadi. Sedangkan waktu-waktumu yang terisi dengan ketamakan, kerakusan, dan kecongkakan pada dasarnya bukanlah umurmu yang sebenarnya, semua itu musuh-musuh kesehatan, kebugaran, dan kecantikanmu.
Maka, berusahalah untuk selalu menerima Allah dengan senang hati, mensyukuri setiap pemberian-Nya, meyakini ketentuan-Nya, dan selalu optimislah terhadap masa depan. Jadilah seperti kupu-kupu, ringan bebannya, indah penampilannya, dan tak suka bergantung pada yang lain. Dengan leluasa ia terbang dari satu bunga ke bunga yang lain, dari satu tangkai ke tangkai yang lain, dari satu taman ke taman yang lain. Atau jadilah sepeti seekor lebah, memakan sesuatu yang baik-baik saja dan hanya mengeluarkan yang baik pula. Jika hinggap di atas sebatang tangkai, ia tidak mematahkannya,menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, dan mengeluarkan madu tanpa pernah menyengat. Ia terbang dengan rasa cita dan hinggap dengan tali kasih. Ia memiliki dengungan suka cta dan bisikan kerelaan laksana duta kerjaan langit yang turun ke bumi.
Terimalah bagian yang telah diberikan Allah kepadamu dengan senang hati, maka engkau akan menjadi orang yang paling kaya.
Sumber : Menjadi Wanita Paling Bahagia karya Dr. ‘Aidh al-Qarni
