Apa Itu Autisme ?

Apa itu Autisme? Pertanyaan ini berputar putar di otakku sejak mengetahui keadaan Eka. Yang saya tahu Autisme hanya lah bahwa Autisme adalah gangguan perkembangan anak. Saya kemudian banyak mencari tahu dari beberapa orang yang banyak berhubungan dengan anak spesial ini, dari beberapa orang tua lain yang juga memiliki anak spesial, dari terapis yang menangani mereka, atau dari beberapa literatur.


Saya punya satu buku yang menurut saya bukunya menarik dan membahas mengenai apa itu Autisme dan bagaimana kita sebagai orang tua memahami dan membantu anak spesial kita, buku ini berjudul How To Live With Autism and Asperger Syndrome (Strategi Praktis Bagi Orang Tua dan Guru Anak Autis ). Di dalamnya juga ada pertanyaan ‘Apa Itu Autisme?’. Dijelaskan dalam buku ini, Autism Spectrum Disorder (ASD, Gangguan Spektrum Autisme) adalah gangguan perkembangan yang secara umum tampak di usia tiga tahun pertama kehidupan anak.


Beberapa simptom atau gejala sangat jelas di usia tiga tahun, pada beberapa anak, ada sesuatu yang salah. Dalam kasus autisme yang lebih parah sebagai contoh, anak mungkin berada dalam dunianya sendiri dalam waktu lama, dan tampak memperlakukan orang hanya sebagai objek saja.
Hal yang perlu diperhatikan di usia tiga sampai lima tahun anak anda :

  • tidak melakukan kontak mata yang baik dengan Anda atau orang lain.
  • tak tertarik dengan orang lain.
  • lebih suka bermain sendirian daripada menunjukkan ketertarikan dengan anak-anak lain.
  • menunjukkan respon yang tak biasa yang menggangu orang lain, contohnya mengacuhkan atau tertawa.
  • tampak bersikap berbeda dengan anak lain di taman bermain, dia terus berkeliling ketika yang lain duduk saat mendengarkan cerita.
  • menggunakan bahasa yang berbeda dengan anak-anak lain di tempat penitipan, contohnya dia mungkin sangat sedikit berbahasa, berbahasa dengan baik tapi mungkin berulang-ulang atau bertele-tele, mengulangi kata-kata dari film, video, atau program tv, mengulangi apa yang didengarnya atau mungkin memiliki kesulitan mengerti.
  • punya sedikit atau tidak ada ketertarikan untuk sengaja berpura-pura atau dibingungkan dengan permainan imajinasi oleh anak-anak lainnya.
  • tidak tertarik ikut serta dalam permainan kelompok seperti “ular naga” atau mungkin memaksa bermain dengan caranya yang khusus.
  • sangat terpaku pada beberapa permainan atau mainan tertentu (seperti bermain dengan benda yang sama setiap hari selama berjam-jam) dan menjadi sangat kesal jika dicegah.
  • terpaku pada benda-benda yang tak biasa pada anak-anak, seperi lampu pos, busi, pengupas kulit kentang, peta, tanda jalan, lampu lalu lintas, logo.
  • memaksa semuanya musti sama – sebagai contoh hiasan harus ada dalam posisi sama.
  • menunjuk kesukaan pada hal rutin – sebagai contoh pergi ke ruang tertentu dan duduk di kursi tertentu sebelum melakukan yang lainnya.
  • membuat gerakan tak biasa seperti berputar atau berayun.
  • membuat gerakan tangan atau jari yang tak biasa seperti menggerakkan tangan atau jari di depan mata.
  • tertarik dari pola dan gerakan dari objek sehari-hari seperti membariskan buku atau mobil-mobilan atau menggerakkan tangannya ke depan dan ke belakang berulang kali, melihat pola yang dia buat.
  • sangat sensitif dengan suara, contohnya sering menutup kuping dengan tangannya atau menjadi kesal dengan suara keras – dimana ini tidak membuat anak lain terganggu.
  • sangat sensitif dengan bau-bauan, contohnya sering kali mencium makanan sebelum makan atau mengendus pakaian atau orang berulangkali.
  • sangat sensitif dengan sentuhan, contohnya mengelus sesuatu dalam waktu lama atau tidak menyukai sentuhan kain tertentu hingga tahap sangat tertekan.

Eka Balita

Di usia 3 tahun, kami sekeluarga mulai gelisah melihat keadaan Eka yang belum mampu berbicara. Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa ada beberapa anak yang memang terlambat dalam kemampuan berbicara. Dan berdasarkan pemeriksaan dokter THT, Eka juga dinyatakan mendengar, artinya akan mampu berbicara. Namun karena khawatir, saya kemuadian mencoba membawa Eka ke seorang psikolog dan saat itu Eka dinyatakan normal normal saja, cuma kemampuannya mesti terus dilatih, dirangsang untuk berbicara. Kami pun berniat untuk memasukkan Eka ke Pre School, Si Komo kalo tidak salah waktu itu.

Beberapa hari kemudian, bersama Eka, saya bertemu dengan Kepala Sekolah TK Si Komo. Saya memperkenalkan Eka kepada Kepala Sekolah dan menyampaikan keinginan untuk memasukkan Eka, belajar di TK.Si Komo. Kepala Sekolah saat itu tidak menolak, tetapi menyarankan agar Eka terlebih dahulu dimasukkan ke suatu tempat terapi/pelatihan, namanya masih asing bagi saya waktu itu, Taman Pelatihan Harapan. Dari Si Komo kami kemudian lanjut ke Taman Pelatihan Harapan yang jaraknya juga tidak begitu jauh. Tempatnya biasa saja, ruko yang disulap menjadi tempat terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Di lantai satu, tempat anak diterapi dibuat ruang-ruang khusus untuk anak belajar dan berlatih sesuai kebutuhan masing-masing.

Di Taman Pelatihan Harapan ini saya bertemu dengan Ibu Syam, dan dari beliau saya baru mendengar istilah Autisme. Beliau juga menjelaskan bahwa Eka bisa saja kemungkinan Autisme atau hanya speech delay. Tapi sejak mendengar hal itu hatiku mulai tidak tenang, dan begitu sampai di rumah hanya bisa menangis sepanjang malam, mengetahui keadaan anakku, Eka.

Hujan Bulan Juni

Begitu melihat buku ini saya langsung tertarik, mungkin karena bulan Juni adalah bulan lahirku atauuuuu karena judul buku ini memang kesannya romantis banget yahhh. Yang pasti, langsung masuk ke shopping bag ku. Sampai rumah, buku ini yang langsung jadi perhatianku, kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono. Sajaknya keren-keren, ada 102 sajak di dalamnya, dan yang paling saya suka dari semuanya, tentu saja Hujan Bulan Juni.

HUJAN BULAN JUNI

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Sumber : Hujan Bulan Juni
Karya : Sapardi Djoko Damono

Musibah Adalah Gudang Kenikmatan

Ummu al-Ala meriwayatkan :
Ketika aku jatuh sakit, Rasulullah SAW menjengukku dan menghiburku, “Bergembiralah, wahai Ummu al-Ala, karena dengan sakit itu Allah menghapus kesalahan-kesalahan seperti api yang menghilangkan kerak-kerak pada perak.”

Hadis di atas bukan berarti menyuruh kta untuk membiarkan virus-virus penyakit menyerang tubuh kita dan kita tidak perlu berobat dengan alasan bahwa sakit dapat menghapus kesalahan dan dosa-dosa. Seorang hamba harus mencoba penawar dan menghilangkan penyakitnya dengan tetap bersabar atas penderitaan dan menganggapnya sebagai simpanan kebaikan yang akan tercatat dalam buku-Nya. Inilah pesan yang hendak disampaikan oleh wanita salehah itu (Ummu al-Ala).

Seorang istri harus bersabar ketika kehilangan orang-orang yang dicintainya: suami atau anak-anaknya. Ada sebuah hadis yang berbunyi : “Sesungguhnya Allah tidak tega untuk memberikan pahala yang lebih rendah dari surga terhadap hamba-Nya yang beriman dan kehilangan kekasihnya di bumi kemudian bersabar dan ikhlas menerima.”
Ketika seorang istri kehilangan suaminya (sebab kematian), sesungguhnya Allah telah mengambil hamba-Nya dan Dia lebih berhak atasnya. Jika seseorang berkata, “Suamiku atau anakku!” Allah Sang Pencipta berfirman, “Hambaku! Aku lebih berhak atasnya dari selain-Ku. Suami adalah pinjaman, anak adalah pinjaman, saudara adalah pinjaman, ayah adalah pinjaman, dan istri adalah pinjaman.

Sumber : Menjadi Wanita Paling Bahagia karya Dr. ‘Aidh al-Qarni

Eka – Batita

Mungkin karena mengkonsumsi ASI hanya sampai usia 4 bulan, daya tahan tubuh Eka kurang begitu baik. Sering terserang demam, terkadang dalam sebulan bisa dua kali mengunjungi dokter anak. Tetapi imunisasinya lengkap, mulai dari imunisasi polio diawal kelahirannya sampai imunisasi campak di usia 9 bulan. Di usia 6 bulan pernah terserang cacar air, dan lagi-lagi, saya hanya mengandalkan obat-obat tradisional sampai eka sembuh dari cacarnya.

Di usia 8 bulan, Eka sudah mulai bisa mengikuti gerakan-gerakan yang saya ajarkan saat menyanyikan lagu anak-anak, seperti “tepuk-tepuk tangan”, eka langsung ikut bertepuk tangan. Namun sayangnya beberapa saat kemudian, anakku terserang demam tinggi sampai step, sejak itu kemampuannya kemudian hilang. Hari-hari terus berjalan dan lama kelamaan saya kemudian sadar, Eka kalau dipanggil tidak menoleh. Karena penasaran eka bisa atau tidak, kami kemudian membawanya ke Dokter Ahli THT. Eka kemudian melakukan beberapa test dan Dokter menyatakan bahwa Eka mendengar.

Untuk kemampuan Eka berguling dan duduk sepertinya normal saja, tapi Eka bergerak maju sambil duduk, ngesot gitu. saat itu saya menganggap biasa saja, menurut orang tua dan kenalan, memang ada anak-anak yang seperti itu, padahal rupanya Eka tidak melewati satu tahapan dalam tumbuh kembangnya, merangkak. Agak lama saya menunggu sampai Eka berjalan, sudah memakai baby walker 9 bulan, sudah coba dituntun untuk berjalan, mengikuti saran teman yang menganjurkan dilatih berjalan di atas rumput, naman eka baru bisa berjalan di usia 18 bulan. Alhamdulillah, saya lega dan bahagia saat. Namun masih ada yang mengganjal, Eka belum bisa bicara, sama sekali.

Kebahagiaan dan Kebaikan Seseorang Tidak Akan Pernah Sempurna

Adalah salah besar, bila engkau berpikir bahwa hidup ini harus memberimu kebaikan seratus persen. Itu hanya akan terwujud di surga nanti. Di dunia ini, segala sesuatu bersifat nisbi : tidak semua yang engkau inginkan dapat menjadi kenyataan. Bahkan, apa yang disebut dengan musibah, ujian, dan cobaan itu pasti akan datang menerpa, kepada siapa saja dan dimana saja.

Maka bersyukurlah engkau tatkala mendapatkan kesenangan, dan bersabarlah ketika tertimpa musibah. Jangan mengkhayal, bahwa dalam hidup ini engkau akan sehat tanpa pernah sakit, selalu kaya dan tidak pernah miskin, mendapatkan suami yang tanpa cela, dan teman tanpa aib, semua itu mustahil terjadi.

Lihatlah hal-hal yang positif dan tutup matamu dari hal-hal yang negatif. Hendaklah engkau selalu berbaik sangka dan suka memaafkan kesalahan orang lain. Dan hendaklah engkau hanya bergantung kepada Allah semata. Sebab, manusia sangatlah tidak pantas untuk dijadikan sandaran dan tempat menyerahkan segala urusan. “Sesungguhnya mereka tidak akan dapat membuat kamu tidak membutuhkan Allah sedikit pun.” (QS. Al-Jatsiyah : 19 ).

Sumber : Menjadi Wanita Paling Bahagia, karya : Dr. ‘Aidh a-Qarni

My Special, Muhammad Zaqiyamani Eka Indrajaya

Rasa-rasanya semua hal yang terjadi mulai dari masa kehamilan sampai melahirkan anak specialku Muhammad Zaqiyamani Eka Indrajaya yang sehari-hari kita panggil Eka, biasa saja. Sama seperti ibu yang baru melahirkan pertama, rasa sakit saat melahirkan Eka pun juga luar biasa, tapi Alhamdulillah, Eka lahir secara normal pada saat orang-orang memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, 1997. Lahir dengan berat 3,00 kg dan panjang 50 cm.


Saat melahirkan Eka, saya masih tercatat sebagai mahasiswi, masih nyusun skripsi yang kelar setahun kemudian, saat Eka merayakan ulang tahunnya yang pertama. Tidak punya ilmu khusus dalam mendidik dan membesarkan anak, semuanya berjalan biasa, palingan belajar dari apa yang diajarkan oleh orang tua atau keluarga lain yang menurut saya berpengalaman dalam membesarkan anak.


Saat usia beberapa minggu, badan Eka agak menguning, tanya sana sini, disarankan sama tetangga supaya dijemur di bawah matahari pagi. Jadilah waktu itu setiap pagi, Eka mesti keluar rumah, berjemur di bawah matahari pagi, sampai beberapa hari kemudian warna badannya mulai normal. Waktu itu ASI ku juga kuranng, jadinya Eka mengkonsumsi ASI hanya sampai usia 4 bulan, hal yang kemudian saya sesali, mengapa tidak saya usahakan supaya anak spesialku bisa lebih lama mengkonsumsi ASI.

Sedikit Yang Membahagiakan Lebih Baik dari Banyak yang Menyengsarakan

Umurmu yang hakiki adalah waktu-waktumu yang terisi dengan kebahagiaan, keceriaan, kelegaan, ketentraman, dan ketulusan hati untuk menerima apa yang terjadi. Sedangkan waktu-waktumu yang terisi dengan ketamakan, kerakusan, dan kecongkakan pada dasarnya bukanlah umurmu yang sebenarnya, semua itu musuh-musuh kesehatan, kebugaran, dan kecantikanmu.

Maka, berusahalah untuk selalu menerima Allah dengan senang hati, mensyukuri setiap pemberian-Nya, meyakini ketentuan-Nya, dan selalu optimislah terhadap masa depan. Jadilah seperti kupu-kupu, ringan bebannya, indah penampilannya, dan tak suka bergantung pada yang lain. Dengan leluasa ia terbang dari satu bunga ke bunga yang lain, dari satu tangkai ke tangkai yang lain, dari satu taman ke taman yang lain. Atau jadilah sepeti seekor lebah, memakan sesuatu yang baik-baik saja dan hanya mengeluarkan yang baik pula. Jika hinggap di atas sebatang tangkai, ia tidak mematahkannya,menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, dan mengeluarkan madu tanpa pernah menyengat. Ia terbang dengan rasa cita dan hinggap dengan tali kasih. Ia memiliki dengungan suka cta dan bisikan kerelaan laksana duta kerjaan langit yang turun ke bumi.

Terimalah bagian yang telah diberikan Allah kepadamu dengan senang hati, maka engkau akan menjadi orang yang paling kaya.

Sumber : Menjadi Wanita Paling Bahagia karya Dr. ‘Aidh al-Qarni

Lelaki dan Perempuan

Lelaki dan Perempuan, judul ini merupakan salah satu judul bab dari buku Perempuan karya Bapak M. Quraish Shibab,isinya menarik. Dikatakan, lelaki dan perempuan keduanya berkewajiban menciptakan situasi harmonis dalam masyarakat. Tentu saja situasi ini harus sesuai kodrat dan kemampuan masing-masing. Ada perbedaan-perbedaan antara lelaki dan perempuan, yang kalau kita pahami dan mampu menerima, bisa jadi kita akan bisa menciptkan situasi harmonis dengan pasangan kita, insyaa Allah. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Lelaki melakukan lebih banyak dari apa yang dapat dilakukan perempuan, sedang perempuan melakukan apa yang lebih banyak dari apa yang berani dilakukan laki-laki.
  2. Lelaki dikenal dari apa yang tidak dilakukannya, dan perempuan dikenal dari apa yang dia lakukan.
  3. Ketika seorang lelaki menagis di hadapan perempuan, maka sesungguhnya ia telah menyentuh keangkuhan perempuan itu, dan ketika serorang perempuan menagis di hadapan lelaki, maka sesungguhnya ia telah menimbulkan rasa iba lelaki kepadanya.
  4. Kenikmatan perempuan diperolehnya ketika berhasil menghancurkan hati lelaki, sedang kenikmatan lelaki diperolehnya ketika dia mampu memuaskan keangkuhan perempuan.
  5. Kebahagiaan di sisi lelaki adalah suksesnya dalam pekerjaan, sedang bagi perempuan adalah suksesnya bersama lelaki.
  6. Dibalik setiap perempuan yang sukses terdapat cinta yang gagal, dan di belakang setiap lelaki yang sukses terdapat perempuan yang mencintai.
  7. Yang terakhir mati pada lelaki adalah hatinya dan pada perempuan adalah lidahnya. Lidah lelaki bagaikan pisau, sedang lidah perempuan seperti pedang.
  8. Perempuan menginginkan anak yang meyerupai kekasihnya, sedang lelaki menginginkan anak yang serupa dengannya bukan yang serupa istrinya. ini karena lelaki ingin mengulangi wujudnya, dan perempuan ingin mengulangi kekasihnya.
  9. Semua jenis pujian menggetarkan hati perempuan, tetapi tidak semua pujian menyentuh hati lelaki.
  10. Perempuan membinasakan akal lelaki, sedang lelaki meremukkan hati perempuan.
  11. Perempuan menganggap pernikahan sebagai stasiun terakhir dalam perjalanan hidupnya, sedang lelaki memandangnya sebagai salah satu stasiun pilihan, selanjutnya dia akan melanjutkan perjalanannya.
  12. Perempuan tidak melupakan ciuman pertama, sedang lelaki melupakan ciuman terakhir.
  13. Dahulu orang berkata : Tiga sifat lelaki yang terbaik namun itulah yang terburuk buat perempuan. Tiga sifat tersebut adalah berani, rendah hati, dan tangan terbuka. Tiga sifat terbaik perempuan namun itulah yang terburuk buat lelaki adalah tinggi hati, sangat hai-hati, dan tangan tertutup.
  14. Lelaki memahami apa yang dia dengar, sedang perempuan mendengar apa yang dia tidak pahami.
  15. Lelaki senang berpindah-pindah bagaikan wisatawan, sedang perempuan senang menetap bagaikan penduduk asli.
  16. Ketika lelaki merasa jemu, maka dia membutuhkan seseorang yang mendorongnya agar ia maju ke depan. Ketika perempuan merasa jemu, maka dia membutuhkan seseorang yang menopangnya dari belakang, agar ia tidak terjatuh.
  17. Tuhan menciptakan lelaki dari tanah, agar dia dapat menanam di bumi dan membangun di atas bumi rumah-rumah tempat tinggal. Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuk lelaki, agar dia dapat mendorong lelaki dari bumi ini dan mengusirnya dari rumah yang dibangun lelaki itu.
  18. Lelaki sering kali tidak mengetahui kapan mengucapkan kata perpisahan bagi perempuan, sedang perempuan sering kali tidak mengetahui kapan dia harus berpisah.
  19. Ketika lelaki berbicara tentang kebebasan, maka yang dimaksudnya adalah kebebasannya dari perempuan. Ketika perempuan berbicara tentang keikhlasan, maka yang dimaksudnya adalah keikhlasan lelaki kepada mereka.
  20. Lelaki cepat jatuh cinta, sedang perempuan lebih cepat membenci.
  21. Kalau dua orang lelaki bertengkar, maka seringkali penyebabnya adalah perempuan, sedang bila dua orang perempuan bertengkar, maka biasanya penyebabnya juga perempuan.
  22. Lelaki menangis atas apa yang hilang darinya, sedang perempuan atas apa yang tidak diperolehnya.
  23. Lelaki letih mencari ketenangan, sedang perempuan tidak tenang kecuali dengan mencari keletihan.
  24. Ketika seorang perempuan menikah untuk kedua kalinya, itu karena dia membenci suaminya yang pertama, sedang ketika seorang lelaki menikah untuk kedua kalinya, itu karena dia mencintai istrinya yang pertama. Karena itu prempuan mencoba nasibnya, dan lelaki berspekulasi.
  25. Lelaki diciptakan dari tanah dan perempuan dari tulang, karena itu perempuan lebih kuat daripada lelaki dan kekuatannya terletak pada kelemahannya.
    Demikian beberapa pandangan jenaka yang mungkin tidak sepenuhnya benar.
    Margeret Seed, seorang pakar Amerika mengatakan, dunia akan lebih baik kalau kedua jenis manusia, lelaki dan perempuan, mengakui bahwa masing-masing memiliki kemampuan yang berlebih dibanding dengan yang lain dalam bidang yang berbeda-beda.

Sumber : Perempuan karya M. Quraish Shihab