Eka – Batita

Mungkin karena mengkonsumsi ASI hanya sampai usia 4 bulan, daya tahan tubuh Eka kurang begitu baik. Sering terserang demam, terkadang dalam sebulan bisa dua kali mengunjungi dokter anak. Tetapi imunisasinya lengkap, mulai dari imunisasi polio diawal kelahirannya sampai imunisasi campak di usia 9 bulan. Di usia 6 bulan pernah terserang cacar air, dan lagi-lagi, saya hanya mengandalkan obat-obat tradisional sampai eka sembuh dari cacarnya.

Di usia 8 bulan, Eka sudah mulai bisa mengikuti gerakan-gerakan yang saya ajarkan saat menyanyikan lagu anak-anak, seperti “tepuk-tepuk tangan”, eka langsung ikut bertepuk tangan. Namun sayangnya beberapa saat kemudian, anakku terserang demam tinggi sampai step, sejak itu kemampuannya kemudian hilang. Hari-hari terus berjalan dan lama kelamaan saya kemudian sadar, Eka kalau dipanggil tidak menoleh. Karena penasaran eka bisa atau tidak, kami kemudian membawanya ke Dokter Ahli THT. Eka kemudian melakukan beberapa test dan Dokter menyatakan bahwa Eka mendengar.

Untuk kemampuan Eka berguling dan duduk sepertinya normal saja, tapi Eka bergerak maju sambil duduk, ngesot gitu. saat itu saya menganggap biasa saja, menurut orang tua dan kenalan, memang ada anak-anak yang seperti itu, padahal rupanya Eka tidak melewati satu tahapan dalam tumbuh kembangnya, merangkak. Agak lama saya menunggu sampai Eka berjalan, sudah memakai baby walker 9 bulan, sudah coba dituntun untuk berjalan, mengikuti saran teman yang menganjurkan dilatih berjalan di atas rumput, naman eka baru bisa berjalan di usia 18 bulan. Alhamdulillah, saya lega dan bahagia saat. Namun masih ada yang mengganjal, Eka belum bisa bicara, sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *